Tante Dewi Yang Kesepian

Tante Dewi Yang Kesepian

Tante Dewi Yang Kesepian

Cerita Panas – Tante Dewi Yang Kesepian. Nama gue adalah Oddy,tinggi badan 172 cm usiaku saat itu 19 thn dengan kulit putih bersih, maklum gue keturunan cina. Latar belakang keluarga gue adalah dari keluarga menengah, dimana gue sebagai anak bungsu dan gue mempunyai seorang tante yaitu istri dari paman gue.

Namanya tante Dewi atau biasa gue panggil dengan tante Wiwi umurnya sekitar 35 tahun tetapi memiliki tubuh yang sangat bagus sintal padat berisi putih mulus dengan bibir yang sexy yang paling aku suka pantatnya yang bulat dan padat dengan payudara 36a yang meski agak turun dikit tetapi bodynya masih aduhai maklum dia aktif di sebuah sanggar aerobic sebagai instruktur. Tante Dewi Yang Kesepian.

Pada saat suatu siang kebetulan rumah sedang kosong karena ortu gue memilki usaha di sebuah tempat perniagaan di kota Surabaya tante Wiwi sering sekali main kerumah gue karena kebetulan rumahnya sebelah dari rumah gue biasa dia minta bumbu masak atau hanya sekedar ngobrol2 dengan mama dan pada saat itu dia datang kerumah dengan memakai T-shirt u can see dan celana pendek motif kembang2 yang kebetulan lagi kosong karena kami tidak memiliki pembantu saat itu.

Tante Wiwi datang dengan membawa sebuah VCD yang ternyata itu adalah sebuah VCD game milik anaknya yang masih berusia 9 thn dan mungkin karena permainannya terlalau sulit dan menggunakan bahasa jepang maka dia berniat untuk bertanya kepada gue bagaimana memainkan game tsb dan gue mulai memasukkan VCD tsb kedalam ps gue dan yang terpampang hanyalah tulisan2 jepang yang tidak gue mengerti

Lalu gue usut-punya usut ternyata dia beli dari tc sebuah tempat grosir VCD game ilegal di surabaya dan sesaat aku hanya mencoba dengan memencet tombol-tombol yang ada di stick dan mengacak menu2 yang ada dan akhirnya muncul sebuah permainan seperti suit batu, kertas, gunting dan aku coba2 dan selanjutnya yang membuat terkejut kita berdua muncullah sesosok wanita jepang yang sedang bugil sambil bermain dengan payudaranya dan sekitar 2 mnt dan gue lanjutkan dengan menu2 berikutnya.

Dan tante Wiwi mulai memperhatikan celana gue yang menonjol lalu dia bertanya kamu konak ya???

Ahh ngakk kok biasa aja!!. Lalu secara refleks tante Wiwi menyentuh nya. iya gini kok
Lalu gue mencoba untuk menepis tangan-nya tetapi malah memperkuatnya mungkin karena gugup

Dia menjawab kalau aku bukan karena clips tadi tapi karena sentuh kamu
Lho emangnya tante ngak pernah dapet dari om
Udah lama nggak, karena tante selalu tidur jadi satu ama anak2
Trus waktu itu TV gue matikan lalu kita ngobrol-ngobrol disofa ruang tamu

Entah dari mana akhirnya sampai aku Tanya tante Wiwi kalau cewek terangsang itu tandanya gimana??(sebenarnya aku udah mengetahuinya)sambil memegang payudaranya yang sintal itu dia menjawab disini lo sambil agak diangkat sedikit. Tante Dewi Yang Kesepian.

Secara reflek aku langsung memegang dan meremas payudaranya dan dia kaget dan marah bercampur malu segera aku melepas tanganku.

Maaf deh tante…
Ohh ngak apa-apa kok namanya juga laki-laki normal emang kamu belum pernah gituan ama cewek?
Belum tante paling-paling cium pipi aja karena mantan aku semua alim-2.
Sambil berdiri dia bertanya…kalo kamu mau ddy

Aku tidak bisa menjawab dan langsung tangan tante mengandeng aku untuk menuju kamr aku sendiri kunci semua pintu dulu ya..

Lalu aku bergegas mengunci semua pintu dan mulailah adegan yang tak terpikirkan olehku terjadi tante Wiwi Sambil terus tertawa kecil tanteku ikut naik ke ranjangku dan memelukku dari belakang dan menciumku sambil berbisik, “Nggak apa apa ddy.”. Jantungku deg-degan, apalagi ketika dengan lembut tanteku membelai rambutku terus tubuhku sambil berbisik, “Ehh, jangan malu, kamu senang ya sini tante ajariin kamu untuk jadi dewasa”.

Mulanya aku ragu, takut kalau tanteku hanya memancing reaksiku saja, tetapi ketika rabaannya turun ke arah selangkanganku aku jadi berubah senang. Kuberanikan diri untuk menolehnya dan kudapati wajah tanteku yang tersenyum manis sekali dan matanya yang agak sayu membuat hatiku berbunga bunga. Kontolku yang tadinya sudah mengecil itu mendadak meregang lagi dan mendesak celanaku.

Tanteku kemudian menciumi wajahku dengan kasih gueng, tangannya mulai meraba lagi bagian sensitifku dari bagian luar celanaku, Tante Dewi Yang Kesepian. aku yakin tanteku bisa merasakan penisku yang meregang dan keras itu, elusan tanteku terasa kurang nikmat, aku berpikir seandainya tanteku memegang langsung burungku, tentu lebih nikmat.

Belum habis aku berpikir, tiba-tiba saja Tante Wiwi memelorotkan celana pendekku sampai terlepas, sehingga burungku yang sudah tegang itu bebas mengacung diudara terbuka. Dengan kelima jarinya tanteku menggenggam burungku dan meremasnya pelan. Aku merasa gatal dan geli serta nikmat yang tak kumengerti tapi membuat aku merasa seperti melayang dan menggeliat serta merintih pelan.

Dengan memandang tajam mataku, remasan jari lentik Tante Wiwi di burungku menjadi semakin cepat bahkan juga dikocoknya naik turun kadang-kadang juga dielusnya buah pelirku. Aku semakin meringis merasakan kenikmatan ini, secara naluri aku berusaha merangkul tanteku agar rasa geli itu makin terasa nikmat.

Aku juga berusaha menempelkan wajahku ke wajah Tante Wiwi yang kulihat juga merah padam dan bibirnya gemetar, nafas Tante Wiwi semakin memburu dan dia makin merapatkan tubuhnya ke tubuh kekarku, tanganku diraihnya lalu dituntun ke dadanya yang montok dan kenyal itu.

Tanganku terasa menempel di puting susu Tante Wiwi yang terasa keras seperti kelereng itu, aku meremasnya dengan agak sulit, karena telapak tanganku yang kecil itu tak bisa meremas keseluruhan permukaan dada Tante padat besar dan keras itu.

Merasa kurang puas hanya meremas dari luar, akupun menyelusupkan tanganku ke lubang tangan T-shirt Tante Wiwi sehingga tanganku secara langsung bersentuhan dengan dada yang telah lama aku kangeni itu, hangat dan licin sekali.

Kalau tadinya tanteku yang asyik meremas-remas kontolku, sekarang justru aku yang bringas meremas-remas payudara tanteku bahkan tanganku yang lain juga ikut ikutan meremas payudara Tante Wiwi yang satunya. Tante Wiwi hanya memejamkan matanya rapat rapat sambil menggigit bibirnya. Tante Dewi Yang Kesepian.

Ingin memanfaatkan seluruh tubuhku untuk menikmati kekenyalan dada Tante Wiwi ini. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.

“Achh.. cchh..” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina Tante Wiwi yang masih di balut dengan celana pendek dan CD tapi Tante Wiwi hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian Aku tak mempedulikan apapun sikap Tante Wiwi, bagiku kesempatan emas ini harus benar-benar dinikmati dan peduli dengan tanteku.

Tanganku bukan hanya meremas, tetapi juga memelintir puting susu tanteku yang putih dan keras itu, lucu sekali melihat kedua tanganku menelinap dan bergerak-gerak di dalam T-shirt ucan see tanteku. Kurasakan tangan tanteku sudah tak mengocok kontolku, tetapi hanya kadang kadang saja dia meremasnya dengan keras membuat aku kesakitan.

Dari luar dadanya yang bert-shirt mulutku ikut-ikutan menciumi dada tanteku itu, rasanya bila memungkinkan aku ingin memanfaatkan seluruh tubuhku untuk menikmati kekenyalan dada Tante Wiwi ini. Tak kusadari nafas tanteku makin lama makin memburu, rupanya dia juga sangat menikmati kekasaran tanganku ini.

Baca juga : Keuntungan Menjadi Fotografer

Tiba-tiba saja Tante Wiwi mengangkat T-shirt dan BH kremnya sehingga dadanya tersibak, baru saat itu aku bisa melihat kemontokan payudara tanteku ini, tanganku hanya dapat menutupi sebagian ujung atas payudaranya, sedangkan bagian yang lain masih belum tersentuh oleh remasanku.

Dada yang montok itu dipenuhi oleh barut-barut merah bekas remasanku. Setelah dadanya terbuka dengan gemetar Tante Wiwi berbisik, ” ddy, isep pentilnya pelan-pelan ya”. Tak perlu diperintah dua kali, aku segera melumat puting susu tanteku dan mengenyotnya sekuatku,

Tante Wiwi mendesis desis dan menekan kepalaku kuat kuat kedadanya, aku memeluk pinggangnya dan kutindih badan Tante Wiwi dengan tubuhku yang telanjang bawah itu.

Terasa kontolku yang kaku itu menghujam di tubuh putih mulus ala amoy tanteku yang hanya dilapisi celana dalam itu. Tanteku makin kencang memeluk tubuhku, bahkan ia menyuruh aku untuk menjilati juga putingnya.

Kulakukan semua itu dengan penuh semangat, entah apa pengaruh kepatuhanku ini pada Tante Wiwi, yang jelas aku sangat menikmatinya, kontolku yang menggeser-geser diperut Tante Wiwii terasa sangat mengasikkan. Tante Dewi Yang Kesepian.

Mungkin karena sudah tak tahan dengan semua itu, tiba-tiba saja Tante Wiwi juga melepaskan celana dalamnya. Selama ini aku hanya bernafsu pada buah dadanya saja, aku tak pernah berpikiran lebih dari itu.

Ketika dengan berbisik ia menyuruhku memindahkan ciumanku, aku agak bingung juga. ” ddy, ayo sekarang ciumi selangkangan tante ya, nanti punya kamu juga tante ciumi”. Aku menghentikan kesibukanku di dada Tante Wiwi dan memandang ke selangkangannya.

Aku takjub sekali melihat selangkangan Tante Wiwi itu karena ada rambut keriting yang tumbuh di ujung selangkangannya yang cembung itu, ini adalah pemandangan yang sama sekali baru bagiku, selama ini aku hanya pernah melihat selangkangan dalam film BF. Tante Dewi Yang Kesepian.

Namun selangkangan wanita secara nyata yang berbulu, ya baru kepunyaan Tante Wiwi ini! perlahan kedekati dan mulai membelah bibir memeknya dan bulu2 yang agak lebat dan mulai lidahku menari-nari disana dalam posisi 69 tiba-tiba aku merasakan sesuatu

“Tante sudah dulu yah aku mau keluar nih” kataku.
“Sudah, keluarnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok” kata Tante Wiwi

Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Wiwi karena Tante tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya. “Hhgg..achh.. Tante aku mau keluar nih bener ” kataku sambil melumat vagina Tante Wiwi yang kurasakan berdenyut-denyut.

Tante Wiwi pun langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras.

“Croott.. ser.. err.. srett..” muncratlah air maniku dalam mulut Tante Wiwi, Tante Wiwi pun langsung menyedot dengan keras sambil menelan maniku namun karena saking gelinya aku tak tahan lagi secara paksa aku tarik kontolku ternyata udah bersih dan mengkilat dan sehabis minum dan mengambil tisu tante Wiwi menghampiri aku yang masih lemas.

“ddy pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap” katanya. Akupun mulai memegang vagina Tante Wiwi dengan tangan yang agak gemetar, Tante Wiwi hanya ketawa kecil.

“ddy, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih” kata Tante Wiwi.
Dia mulai memegang penisku lagi, “ddy Tante mau itu nih”. Tante Dewi Yang Kesepian.
“Mau apa Tante?”
“Itu tuh”, aku bingung atas permintaan Tante Wiwi.
“Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante, kamu mau kan?”
“Tapi Oddy enggak bisa Tante caranya”
“Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah” kata Tante Wiwi padaku.

Tante Wiwi pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian Tante menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.

“Kamu tahu enggak mandi kucing ddy” kata Tante Wiwi.

Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut sampai ke putingku, dikulumnya dijilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras.

Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Dewi Yang Kesepian.

Tante pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku Kulihat payudara Tante Wiwi mengeras, Tante Wiwi menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara Tante.

Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina Tante Wiwi , langsung Tante Wiwi kubaringkan dan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Wiwi seperti menjilati es krim.

“Achh.. uhh.. hhghh.. acch ddy enak banget terus ddy, yang itu isep jilatin ddy” kata Tante sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yang keluar dari vagina Tante tanpa sengaja tertelan olehku.

“ ddy masukin donk Tante enggak tahan nih ”
” gimana caranya tante? ”

Setengah jam kami bergumul dan Tante Wiwi pun mengejang hebat.

“ddy Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh” erang Tante Wiwi

Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Wiwi mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya.

Kurasakan Tante Wiwi sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Wiwi tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya.

“ddy nanti kalau mau keluar kaya tadi langsung aja keluariin dalem aja, tadikan dimulut udah… tante udah steril kok (KB permanent dengan menutup rahim) ya” pinta Tante Wiwi padaku.
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Wiwi langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi. Tante Dewi Yang Kesepian.

“Achh .. Tante enak banget achh.., ffffhhh..” kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi.

“Tante…. Oddy kayanya mau keluar niih” dan akhirnya muncratlah pejuku di liang kewanitaan tante Wiwi sesaat setelah kucabut penisku meleleh sisa pejuku dari vagina tante dan dengan bergegas dia masuk toilet membasuh memeknya dan memakai baju sambil menciumku dan pulang dan VCD tersebut udah aku buang karena takut ketahuan ortu aku.

sampai saat ini hubungan kami masih berlanjut dan makin hot demikianlah cerita nyata yang telah gue alami.

Tante Dewi Yang Kesepian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *