Sensasi Bergairah Di Studioku

Sensasi Bergairah Di Studioku

Sensasi Bergairah Di Studioku

Cerita Dewasa Terbaru – Sensasi Bergairah Di Studioku. Nama saya Andre, saya seorang musisi amatir dan saya tinggal di bandung. Pacarku Riska tinggal di surabaya, saya dan Riska sdh hampir 2 tahun berhubungan antara serius dan tdk. Maksudnya saya dan Riska serius pacaran, tapi kami berkomitmen untuk sementara tdk terlalu terikat, karena kami yakin keterikatan akan menyebabkan kami tdk bisa menikmati masa muda kami.

Karena tempat tinggal kami beda kota, jadi saya jarang bertemu muka dengan Riska. Kalau waktu liburan, saya kadang ke surabaya, dan sebaliknya. Nah, saat-saat seperti itulah, cerita sex ini terjadi.

Saat itu saya sedang mengotak-atik not keybord temanku yang di taruh di studioku . Tiba-tiba suara keybord itu jadi keras sekali, yang membuatku kaget setengah mati. saya sempat merinding, habis kan setahuku di rumah cuma ada saya. Sensasi Bergairah Di Studioku.

Jadi siapa dong yang membesarkan volume keybord di ruang mixer? Dengan segan saya mengintip ke ruang mixer. Ruangan itu tampak gelap sekali, cuma keliatan lampu-lampu mixer. Dengan pelan keperiksa mixernya, ternyata memang vulome mixer besar sekali.

Saat itu saya bingung jadi siapa yang membesarkan volume mixer kalau bukan hantu, tiba-tiba ada suara langkah dari belakangku dan langsung membekap mulut dan mataku. Reflek saja saya menyikut pembekap itu, kena perutnya. Dia jatuh, dan langsung kupiting tanganya sambil saya meraih saklar lampu.

Begitu lampu menyala. Ya ampun, ternyata Riska yang mengisengiku. Riska memakai jaket hitam dan celana jeans ketat hitam juga. Mukanya mengernyit kesakitan. Langsung kubangunkan dia sambil membopongnya ke ruangan studio yang berkarpet tebal. Kurebahkan di karpet sambil mengusap keringatnya yang keluar sambil menahan rasa mualnya karena sikutanku yang mengenai perutnya.

“Duhhh Riska, ngapain sih kamu ngisengin saya kyk gitu?” sambil menahan tangisnya,

“Ah kamu nih bukannya nolongin malah nyalahin saya. Makanya liat-liat dulu dong, jangan asal gebuk. untung nggak kena ulu hati. Kalau kena, pasti deh kamu seneng liat saya mati, kehabisan nafas. Biar kamu bisa cari cewek lain kan”

buset nih anak, lagi kesakitan sempet-sempetnya bercanda. Jelas aja dong saya tersenyum

“Aduuhh maaf ya sayang. Kamu juga sih, datang nggak kasih kabar. Kapan sampai bandung? kok bisa masuk ke dalem? kan pagarnya saya kunci” kataku

“saya mau ngasih kejutan ma kamu. saya sampai bandung tadi jam 7 pagi. Terus naik taksi ke sini. Liat rumah kamu sepi, dari pada ngebel malah nggak surprise lagi mendingan saya manjat pagar aja” katanya. Sensasi Bergairah Di Studioku.

Dasar Riska ini orangnya tomboy banget. Terkadang kalau pas isengnya kumat, tomboy nya ngalahin laki-laki. Padahal si Riska ini aslinya feminim banget. Cantik, tinggi, lincah dan anggun juga bisa . Kulitnya putih mulus, dan tubuh yang tinggi untuk ukuran seorang wanita, membuatnya bisa tampil cantik dengan gaya dan mode apapun.

“Maafin saya ya sayang. Kejutanmu berhasil, sayangnya terlalu berhasil. Maafin saya ya” kataku sambil membelai rambutnya yang panjang sepunggung, dan dengan lembut saya mengcup keningnya.

Setelah itu kami bercerita mengenai kabar masing-masing. Riska baru aja keterima di SMU 3, dan senang di sana. saya juga cerita tentang lagu baru di band kami sambil memutar contoh lagu itu di cd player. Beberapa lagu lewat, dia menikmati lagu itu sambil manggut-manggut dan bilang.

“Lagunya bagus-bagus. Enak buat goyang, Nge-grove banget” sambil meneruskan mendengarkan lagu berikutnya.

saya keluar dari studio menuju dapur untuk membuatkan minuman kekasihku tersayang agar mualnya agak mendingan. Waktu saya balik ke studio Riska memandangku sayu sambil bilang,

“Maico sayang, puterin lagu yang nomor 3 dong. Lagunya romantis banget. saya jadi terharu ngedengernya” Sensasi Bergairah Di Studioku.

“Ya udah, saya puterin lagi ke track 3, lagunya emang lembut banget, romantis banget pokoknya”

Riska banngkit sambil menggengam tanganku.

“Berdansalah denganku, sayang!” pintanya.

Kugenggam tanganya, lalu kami berdansa mengikuti alunan musik yang romantis. Sambil memeluknya, saya melihat matanya mengeluarkan air mata.

“Kenapa sayang?” tanyaku

“Nggak papa sayang.., saya cuma merasa betapa bahagianya apabila seseorang dicintai seperti lirik lagu itu”

“Apakah kamu mau tau seseuatu, sayang?” tanyaku lagi.

“Apa itu, sayang?”

“Lagu ini kuciptakan sendiri, untuk mengekspresikan rasa cintaku yang terdalam untukmu, sayang!” kataku.

“Ooohhh, Maico.., What a wonderful gift from God you are for me” sambil dia berkata begitu, air matanya bertambah banyak dan pelukannya semakin erat. saya pun ikut meneteskan air mata. saya benar-benar mencintainya. Kalau mungkin, biarlah seluruh hidupku saya jalani bersamanya.

Riska meminta untuk terus mengulang lagu itu, biar dansa kami tdk terputus-putus dan lirik lagunya bisa makin diresapi. Perlahan-lahan sambil terlarut dalam Riskanya alunan musik dan lembutnya dansa kami, Riska mengangkat kepalanya dari dadaku dan mencium lembut bibirku.

Ciumannya sungguh lembut. Mungkin kurang menyenangkan bagi yang hanya menginginkan sex saja. Tapi bagi yang mencinta, ciuman seperti itu jauh lebih kena di hati daripada apa yang terjadi sesdhnya.

Lampu di dalam studio cukup redup, alunan musik romantis keluar dari sound sytem yang keren dan kuat powernya (kebetulan studio kedap suara). Kami berciuman cukup lama. Sensasi Bergairah Di Studioku.

Sambil tetap berdansa mengikuti irama lagu, Riska berkata,

“Maico sayangku, bercintalah denganku. Disini dan lakukan sekarang!”

saya tersnyum dingin sambil berkata,

“Riska, maaf saya tak bisa melakukannya”

Riska terkejut,

“Kenapa Maico sayang?”

“saya tak ingin bercinta denganmu, saya hanya ingin mencintaimu. Bukan utk behubungan badan, tapi hanya mencintaimu sayang”,

Riska tersenyum sambil melanjutkan ciumannya, namun kali ini tangan Riska mulai meraba punggungku, dan lidahnya mulai menusuk kedalam bibirku. saya pun bereaksi seperti layaknya sorang laki-laki yang normal. Kuleus lembut punggungnya, kasar sekali. Jelas saja, wong masih pakai jaket jeans.

Baca Juga : Bercinta Dengan Wanita Hamil

Perlahan-lahan kubuka jaketnya, dan memandang kaos ketatnya yang berwarna merah tanpa lengan, menonjolkan keRiskaan tubuhnya dan dadanya yang berukuran 34B. Tak terlalu besar, cukup mungil tapi yang penting bagiku padatnya bukan besarnya.

Tanganku terus menjelajahi sekujur tubuh Riskanya. Mulai dari punggung merayap ke pinggang, perutnya dan dadanya. Dibalik kaos merah ketatnya saya bisa melihat dan merasakan puting susunya yang semakin mengeras dan mencetak sempurna pada pembungkusnya. Kuputarkan jari-jariku di sekitar puting susunya yang keras, sambil berbisik halus di telinga Riska,

“Coba rasakan, Riska, rasakan sentuhanku ini!”

“Ssshhh… emmhhh” hanya itu yang keluar dari mulut Riska, karena terlalu penuh imajinas oleh keRiskaan cinta kami berdua. Sensasi Bergairah Di Studioku.

Walaupun begitu, Riska bukan tipe orang banyak bicara sedikit bertindak. Buktinya bicaranya sedikit, tapi tanpa sadar tanganya meraba lembut celana jeans ku, melonjakkan batang penisku dari dalam CD ku.

Riska terus saja mengelus batang penisku dengan semakin keras, seakan dia tau persis bahwa celana jeansku yang tebal itu menghalangi batang penisku untuk merasakan kenikmatan belaian jari-jarinya.

“Oohh sayang, ijinkan saya menikmati penismu. Akan kubuktikan segalanya hanya untukmu, Maico”

“Rasakan dan nikmati semua sayang. Lakukan semaumu. Segala diriku adalah milikmu Riska”

Setelah mendapat ijin darinya, langsung saja kubuka kaosnya, Wahh.. pantas saja puting susunya menonjol sekali, dia tak mengenakan bh.

“Sayang, kamu kok nggak pakai Bh sih? panas ya?”

“Sengaja kulepas waktu kamu buatin minuman untukku. Tuh, bh nya saya lempar di belakang keybord. Kalau kamu lebih suka bh nya, ambil aja. Tapi kalau lebih suka isinya tetaplah di sini sambil ekspresikan cintamu untukku. Sensasi Bergairah Di Studioku.

Wah, masa sih mentingin bh nya, kalau bisa malahan jangan pernah dia pakai bh lagi. Lagi pula toketnya padat sekali, buat apa pakai bh lagi sih? Riska pun tak mau kalah. Dia dengan cepat membuka celanaku. Sialnya kepala penisku yang memang sdh keluar dari CD ku terjepit resleting.

“Aww Riska, pelan-pelan dong sayang. Sakit kan”

“Ya ampun, Maico.. penismu sih yang nakal. Belum dibuka udah keluar duluan. Salah kamu sendiri.. ehh nggak deh, salah kamu sih (sambil menunjuk penisku).”

“Sayang, nanti kalau dimarahin dia ngambek lho”

“Hehehe nggak deh. Cuma bercanda kok ya sayang (sambil mengelus lembut batang penisku)

“Aahhh.. aduh sayang. Nikmat sayang. Ayo teruskan sayang..” Sensasi Bergairah Di Studioku.

Setelah beberapa menit Riska memainkan batang penisku, batang penisku kini sdh tegang keras sempurna.

Setelah puas dikerjai Riska, saya mengangkatnya ke atas meja yang ada di dalam studio. Kusuruh dia duduk di situ, setelah selesai melucuti celana jeans nya yang juga ketat.

Setelah pakaiannya terlepas semua, barulah saya bisa sepuanya menghirup harum tubuh kekasihku tersayang itu. Mulai dari toketnya, jilatanku berangsur turun sampai ke daerah perutnya yang putih mulus.

Setelah itu, dengan tdk terburu-buru biar dia penasaran, saya menjilati bagian belakang lututnya, percayalaj teman, ada sensasi tersendiri untuk wanita saat kita menjilati bagian ini. Dari situlah jilatanku naik ke paha depan, belakang, dan yang terakhir paha bagian dalam. Di situlah jilatanku tdk cuma merambat lurus tapi berputar-putar.

Mendekati lubang memeknya, menjauh lagi, mendekat lagi, menjauh lagi, mendekat lagi, menjauh lagi. Teman-teman, tdk akan ada wanita yang tdk penasaran saat di perlakukan selembut itu.

Sama seperti Riska, dia sampai menangis karena sdh tak dapat menahan nafsunya, sehingga dia nekat meremas dan menarik rambutku ke arah lubang memeknya, saking semangatnya sampai daguku terbentur meja yang di tidurinya.

Lidahku menjelajahi bibir luar memeknya dengan tetap lembut dan mesra, sebelum akhirnya kupuaskan dahagaku dengan dahaganya dengan menyeruput (bukan menghisap lho). Katanya setelah selesai, seruputan itu terasa nikmat luar biasa, seperti memakai vibrator tapi lebih nikmat lagi karena yang menggetarkan mulut cowoknya sendiri dan bukan mesin. Sensasi Bergairah Di Studioku.

“Aduuuuhhh.. ooohhhh.. Bimm, kamu apain sih klit ku? ohhhh Maico, lagi dong Sayangg.. ssshhhhh enak sekali sshhhhh sayyy.. Hmmm.. Aahhh… ooooohhhhhh” akhirnya Riska meraih orgasme juga.

Dia memang tak pernah berkata terus terang kalau mau orgasme. Dia lebih suka mengkspresikan lewat sikap dan racauan seperti tadi itu. Melihat wajah Riska yang penuh peluh, matanya yang tertutup, dan keningnya yang berkerut menahan rasa nikmat yang masih mendera otot-otot memeknya.

Hatiku sangat bahagia karena saya bisa memuaskan gairah sex kekasihku tersayang itu, walaupun saya belum sempat mendaratkan batang penisku ke lubang memeknya.

Memang hingga saat ini saya belum pernah sekalipun memasukkan batang penisku ke dalam lubang memeknya karena saya sangat menyangi dan mencintainya, dan bagiku bercinta yang sesungguhnya saat pernikahan jauh lebih berarti daripada bercinta saat ini yang hanya berdasarkan nafsu belaka.

Sensasi Bergairah Di Studioku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *