Nikmatnya Keperawanan Ci Marta

Nikmatnya Keperawanan Ci Marta

Nikmatnya Keperawanan Ci Marta

Cerita Panas Tante – Nikmatnya Keperawanan Ci Marta. Perkenalkan, namaku Kim, saat ini aku tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta, setelah membaca berbagai postingan cerita dewasa lainnya, aku jadi tertarik untuk menceritakan berbagai pengalaman seks ku juga beberapa pengalaman seks teman-temanku.

Singkat cerita, kejadian ini berawal sekitar 2 tahun yg lalu saat aku menginjak semester 3, yg dimana saat itu aku berusia 22 tahun (aku kuliah agak telat umurnya, karena begitu lulus SMA, aku bekerja dahulu beberapa tahun baru kuliah). Aku terlahir dari keluarga berkecukupan sebetulnya, namun karena aku ingin mencoba tantangan, makanya selepas SMA aku tdk langsung lanjut kuliah. Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

Kisah panas ku ini terjadi dengan anak dari kakak kandung ibuku sendiri, yg tak lain adalah sepupuku, namanya Marta, usianya memang sudah tdk muda lagi, sekitar 27 tahun, ia selalu menjaga bentuk tubuhnya dengan baik, gym seminggu 2x, juga sering melakukan perawatan wajah di dokter kecantikan,kulitnya putih bersih, rambutnya lurus sepinggang, dan ukuran payudaranya sekitar 36B.

Dia belum menikah dan sangat ingin menikah sebetulnya, bukannya tak ada lelaki yg mau mendekatinya, namun karena seleranya yg lumayan tinggi (maklum,sepupuku ini bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai terkemuka di tanah air).

Ketika itu bulan Juni yg sangat panas-panasnya, dan saat itu juga aku sedang libur kuliah, karena aku tdk mengambil semester pendek, sehingga aku memiliki waktu luang sekitar 3 bulan, dan parahnya aku tdk bisa liburan kemana-mana karena rumahku tdk ada yg jagain, kedua orangtua ku sendiri sedang mudik, sehingga aku yg disuruh jagain rumah. Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

Karena sudah 2 minggu tak kemana-mana, lantas aku pun pergi berkunjung ke rumah Kak Marta yg rumahnya hanya berjarak 4 blok dari rumah tempat aku tinggal, tadinya aku pikir mungkin dia kerja, namun setalah ku pencet bel berkali-kali, akhirnya ada yg menjawab dari dalam, rupanya Kak Marta, dia memakai baju piyama mandi (kira-kira bentuknya seperti itu, aku tak tahu namanya apa) berwarna krem yg agak cerah dengan handuk membelit di kepalanya.

“Loh Ci Marta (aku adalah kaum tionghoa, jadi memanggil cici sebagai ganti kata Kakak), gak kerja ci?” tanyaku dengan wajah sumringah

“Gak Kim, cici lagi cuti, bosen ngantor mulu, kerjaan ga ada abisnya…” katanya dengan muka agak manja.

Tak lama setelah perbincangan singkat itupun aku dipersilahan masuk oleh Ci Marta, kami berbincang-bincang panjang lebar, hingga akhirnya dia menanyakan pertanyaan yg benar-benar aku paling malas untuk menjawabnya, Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

“Gimana Kim, udah punya pacar belom?”

“Hmmm…. Cici kayak gak tau aja, orang ndut gini mah biasanya gak ada pacarnya, temen cewe nya doank yg banyak” elakku. Kebetulan aku ini bertubuh agak gemuk, dan berewokan seperti chris evans.

“hahahaha….. bisa aja kamu Kim, bentar ya Kim, cici mau pake baju dulu.”

Aku terdiam sejenak, berarti tubuh yg aku pandangi barusan itu cuma ditutupi baju mandi saja tanpa dibungkus pakaian lainnya, sontak aku bengong menatap payudaranya dan “bobby” ku berdiri, namun belum maksimal, aku yg saat itu hanya memakai celana futsal, penisku tercetak sangat jelas dan tak mungkin ci Marta tdk melihatnya. Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

“Loh Kim, kok kamu bengong sih, tuh liat, ade kamu udah bangun, jorok ihhh….” katanya dengan muka memerah. aku pun langsung tertunduk malu dan tak tau muka ini mau ditaruh dimana.

Singkat cerita, aku tunggu dia turun dari lantai 2 untuk menyiapkan ice lemon tea, namun di luar dugaanku, dia ternyata turun dengan mengenakan baju yg sama hanya ikatannya dilepas, handuk di rambutnya dilepas, dan rambut panjangnya diurai ke samping, dan hebatnya lagi, bukannya memakai kaos dan celana santai, ci Marta malah hanya mengenakan bra dan celana dalam berwarna hitam, kebetulan aku ini paling ga tahan kalo melihat cewe berbaju putih ber BH hitam, rasanya sperti menemui bidadari, aku hanya terbengong saja melihatnya dan dia kembali bertanya, Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

“Ngapain sih Kim, bengong gitu, kan panas, pasti mikirnya jorok…”, tak lama ia buatkan lemon tea, lengkap dengan lemonnya diletakkan di bibir gelasnya, setelah dia menyuguhkan minuman, tak lama dia bertanya padaku

“Kim, sebenernya cici masih cantik ga sih?”

“masih kok ci.” kataku

“Ah bo’ong deh kamu, cici kan udah tua. Mana belom married lagi..”

“Yahhh si cece, nih ya, sayang aja Kim ade nya cece, kalo engga…”

“kalo engga apa ayoooo???!!!” tanyanya dengan nada menjebak

“kalo engga, cece Kim pacarin, ga peduli umur cece berapa, Kim tuh sayang banget sama cece, Kim gak mau cece terluka sedikitpun, Kim bener-bener pengen nyaygin cece selayaknya pasangan hidup Kim.” isi hatiku tertumpah semua hingga akupun kaget dengan yg aku ucapkan barusan. Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

Ci Marta terdiam sejenak, aku sendiripun berbicara ke dalam hatiku dengan rasa kesal sendiri, mengapa harus mengatakn hal yg tak pantas seperti itu, bodohnya aku ini.

Baca juga : Pertunjukan Untuk Keponakanku

Ci Marta pun bangkit berdiri, mengambil lemon yg ada di gelas tadi, menaruh di mulutnya setengah, dan tiba-tiba dia duduk di atas pangkuanku. Di julurkan bibirnya yg tipis dan seksi itu ke bibirku, yg tadinya mengemut lemon, malah akhirnya jadi emut-emutan bibir, kami saling berpagutan, tak ku sangka, ternyata Ci Marta ini mahir dalam hal berciuman, bolak-balik dia menghajar habis bibirku, lidah kami saling beradu, darahku serasa naik ke ubun-ubun, sudah 1 tahun aku tak merasakan ciuman mesra ini lagi semenjak ditinggal pergi pacarku yg dulu, selesai kami berciuman, dia berkata

“hari ini jangan panggil aku cece, panggil aku sayang, puasin aku hari ini ya Kim, aku udah lama banget pengen ngerasain ngentot”. Aku yg sudah lama mengidam-idamkan hal ini hanya manggut-manggut saja. Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

Kami mulai berciuman lagi, namun tak lagi aku diam, tanganku mulai memeras-meras susu nya yg masih kencang, pelan-pelan aku buka pakaiannya hingga celana dalamnya yg tersisa, sedangkan aku masih utuh, Marta mulai meembuka pakaianku satu per satu, hingga tak ada sehelai benangpun yg tersisa di tubuh kami, kuremas-remas payudaranya dengan lembut, dia hanya mendesah dan mendesah, tak tau apa yg harus dia lakukan, makin lama dia makin liar gerakannya, apalagi begitu putingnya yg merah pucat aku hisap dan hisap bergantian kiri ke kanan, kanan ke kiri, dia hanya hanya bisa mendesah

“Kim…. ahhhh… Kim… ahhhh… kamu pinter Kim… ahhhh…. cici seneng…. ahhhh….”.

Puas bermain di payudaranya, ku suruh dia duduk di sofa, kubuka lebar-lebar kedua pahanya yg mulus dan putih itu, mulailah aku mengendus-endus perlahan dari paha, hingga akhirnya ke vaginanya, wangi sekali, benar-benar wangi, mungkin karena dia memakai sabun kewanitaan, aku mulai menjilatnya, perlahan tapi pasti, aku cari klitorisnya dan aku jilat sepuasku, aku jilat terus, Marta hanya bisa menggumam dan medesah

“ahhhh…. Kimmm…. kamu….. ahhhh….. cece udah mau keluar…. ahhhhhh…. Kimmmm….. ahhhhhh…..” tak lama, maninya Marta pun keluar dan membanjiri rongga mulutku ini yg sudah haus sekali, haus akan cairan kewanitaannya. Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

Setelah puas aku kerjai, giliran dia yg beraksi, dikocoknya kemaluanku berkali-kali, penisku ini lumayan besar, panjangnya 13cm dengan diameter 4cm, dikocoknya hingga terasa geli yg sangat tak tertahankan, puas mengocoknya, Marta lantas menjilat dan mengulum kemaluanku, dari ujung hingga pangkal, bahkan biji ku pun disikatnya, liar sekali, setiap aku sudaah merasa ingin keluar, dia selalu menghentikan aksinya, begitu terus, harus ku akui Ci Marta sangat pandai memainkan tempo bercinta kami, puas mengulum kemaluanku, aku suruh dia menungging, merujuk pada gaya doggy style, pertama dia menolak, bahwa ia tak ingin melakukan anal sex, namun aku meyakinkannya bahwa aku tak akan melakukan itu, karena akupun memang tak menyukainya, sperti di film JAV Mai Hanano yg sering ku tonton, kumasukkan penisku ke dalam vaginanya pelan-pelan, memang benar rupaya Ci Marta ini masih perawan, vaginanya masih sempit sehingga sulit bagiku untuk memasukkan kemaluanku, setelah aku berhasil melakukannya, ku genjot dia secara perlahan, perlahan depan-belakang secara ritmik, dari pelan hingga cepat, pertamanya Marta merasa kesakitan, namun perlahan-lahan rasa sakit itu berganti menjadi kenikmatan.

“ahhhh…… Kimmm…… uuuuuhhhhhh……. ahhhhhhhhh……. Kim…… ahhhhh…. cici sayang kamu….. ahhhhhh….. enak Kim…..”

“ahhhhhhhh…… cece cantik banget sih….. ahhhhhhhhhhh…….. Kim seneng main sama cece, cece bisa ngertiin Kim…. ahhhh” balasku sekenanya

Puas bergaya doggy style, kami saling berciuman, keringat pun mengucur deras dari tubuh kami berdua, tetapi di sini lah seninya bercinta, semakin keringatan, maka temponya semaakin baik dan semakin seru, ku ciumi kupingnya, lehernya, tak hentinya kami berciuman sambil menunggu tenaga kami pulih.
Kali ini kami menuju pertunjukan puncak, dengan gaya misionaris, aku baringkan Marta di sofa, ku tuntun penisku menuju liang senggamanya.

“Kim, kamu nakal yahhh udah ngambil keperawanan cece, pokoknya Kim harus janji, gak boleh ninggalin cece, cece sayang sama kamu.”

“Kim juga sayang kok sama cece, kapanpun cece butuh Kim, Kim selalu ada buat cece sayang, Kim pengen punya anak dari cece…”

Kami mulai bermain lagi, kugoygkan pinggulku pelan-pelan, kami mulai berciuman mesra lagi, kali ini Marta sudah mulai pintar, dia mulai menggoygkan pinggulnya, ku pompa terus, pompa hingga tempo kami semakin cepat, mukanya sudah acak-acakan menahan kenikmatan yg ku berikan, dinding vaginanya yg masih sempit, membuat penisku makin tegang, dan makin bernafsu, penisku serasa disedot-sedot oleh vaginanya.

“Kim…….. ahhhhhhhhhhhhhhhh…………… Kimmmmk………… ahhhhhhhhh………. cece udah mau nyampe………. cece udah mau nyampe Kimmmmk……”

“sabar ce, Kim juga udah mau keluar, kita keluar barengan ya ce….. ahhhhhhhhhhhh………….”

Dan akhirnya maniku ku keluarkan di dalam vagina ci Marta, aku tak peduli dia hamil atau tdk, yg jelas aku menyayginya sebagai pasangan hidupku. Kamipun terkulai lemas karena adegan yg melelahkan ini.
Haripun mulai sore, aku akhirnya memutuskan bermalam di rumah Ci Marta, kami bercinta sepanjang malam, di kamar mandi, di dapur, bahkan di loteng pada tengah malam, kami tak peduli, toh kami hanya tinggal berdua. Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

Aku sendiri dengan Ci Marta akhirnya berpacaran hingga akhirnya sekitar 6 bulan yg lalu, hubungan kami ini ketahuan oleh orang tua ku dan orang tuanya, apalagi Ci Marta sudah terlanjur hamil olehku, apa boleh kata, kami akhirnya dinikahkan, namun tak seperti pasangan MBA lainnya, aku dan Marta hidup bahagia dan tak pernah ribut hanya karena masa lalu maupun karena aku masih menyelesaikan kuliahku, Marta selalu menyayangiku selayaknya pasangan hidup sejatinya.

Sekian cerita Nikmatnya Keperawanan Ci Marta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *