Keuntungan Menjadi Fotografer

Keuntungan Menjadi Fotografer

Keuntungan Menjadi Fotografer

Cerita Lendir – Keuntungan Menjadi Fotografer. Nama gue Ari, umur gue 25 tahun dan gue adalah seorang mahasiswa di sebuah kota yang terkenal dengan gadis cantiknya. cerita ini merupakan cerita pribadi sehingga gue tidak akan menyebutkan nama asli. gue memiliki hobby yaitu fotografi, gue senang untuk mengambil gambar dalam bentuk foto maupun video,

suatu hari gue mendapat pekerjaan untuk memotret seorang gadis yang hasilnya akan dipamerkan dalam sebuah pameran. singkat cerita gadis tersebut gue ajak bertemu untuk pertama kalinya dengan maksud untuk menjelaskan bagaimana proses pemotretan nati yang akan ditempuh.

Secara fisik gadis tersebut sangat proposional untuk seorang model, tinggi, proposional, cantik, ramah, berkepribadian menarik dan yang membuat gue kepincut adalah rambut pendeknya.. dia terlihat sangat cocok dengan potongan rambut yang menggantung diatas pundaknya itu. setelah selesai mengobrol cukup lama akhirnya kami putuskan untuk pulang karena waktu juga sudah larut, karena keadaan taman tempat kami mengobrol gelap dan sepi maka gue mendampinginya berjalan

gue sempat berjalan dibelakanganya dan memperhatikan lekuk tubuhnya yang indah dari belakang belum lagi kakinya yang jenjang amat sangat terlihat menggugah, bentuk kakinya amatlah bagus karena didukung tinggi badannya, terlintas pikiran membayangkan bagaimana bila dapat membuka kedua kaki tersebut dan melihat yang ada diantaRanaa. yah wajar namanya juga laki-laki melihat wanita menarik ada saja sepintas terpikir yang tidak-tidak, atau mungkin efek dari parfum yang dia gunakan yang tercium karena gue berjalan dibelakangnya sehingga gue berpikir melayang jauh seperti itu. Keuntungan Menjadi Fotografer.

akhirnya dia pamit setelah sampai diparkiran kami berdua berpisah karena membawa kendaraan masing-masing. setelah sampai dirumah gue mengecek ponsel karena terasa bergetar selama di perjalanan, ternyata gadis tadi (mungkin agar lebih mudah panggil saja Rana) menanyakan perihal baju yang harus dia gunakan esok hari pada saat pemotretan. gue hanya memberitahu besok pakai dress saja, lalu janjian untuk gue jemput esok paginya.

keesokan harinya akhirnya setelah menunggu cukup lama Rana pun muncul dari samping trotoar tempat gue menunggu sambil menunggangi motor gue, dia hanya menyapa “hai” lalu tersenyum, lalu gue balas…

gue: “hai, udah siap?”

Rana: “yaa, ayo langsung berangkat, maaf bikin nunggu”

tanpa basa-basi guepun tancap gas ke tempat yang dituju, yaitu sebuah gedung tua berlantai 10, gedung tersebut masih berpenghuni, ada 2 lantai yang digunakan untuk tempat hiburan seperti karaoke dan tempat pijat dan spa. kami akhirnya tiba dilantai 8 dan gue bersiap” memasang alat” untuk pemotretan.

lalu Rana bertanya

“dimana toiletnya? aku harus ganti baju kan”

“oia ada dilantai bawah, mau sekalian diantar?”

“boleh”

Keuntungan Menjadi Fotografer.

karena gedung tersebut sudah tua, ruang toilet yang adapun sudah rusak semua, hanya satu ruangan yang memiliki pintu, itupun tidak bsa ditutup dengan benar, selama Rana didalam berganti baju sebenarnya gue curi-curi kesempatan melihat bagian tubuhnya yang terpantul di cermin toilet, untung cermin tersebut pecah sebagian hingga hanya menyorot bagian dari dada hingga perutnya saja, dari situ gue memperhatikan bentuk payudaranya yang indah, putingnya berwarna merah muda dengan ukuran yang cukup besar,

mungkin karena badannya kurus sehingga payudaranya terlihat menggantung indah saat dia sedang mengikat rambut dengan kedua tangannya, kulitnya pun putih sekali. gue tidak lama” mengintip karena takut ketahuan, tidak lama kemudian dia keluar sambil membawa baju di genggaman tangannya, dan ternyata dengan gaun hitam berpotongan rok pendek tersebut dia terlihat sangat cantik.

saat mengantarnya kembali keatas dia tidak sadar bahwa dalemannya jatuh, mau ga mau gue ambil lalu gue kembalikan, dalam hati gue berpikir “wahh berani amat ga pake daleman apa-apa”

selama prosesi pemotretan sebenarnya cukup terganggu karena roknya sering terangkat dan memperlihatkan bagian dalamnya, ya sekali lagi kakinya yang indah itu kini terlihat cukup telanjang karena dia tidak menggunakan alas kaki jadi sekilas terlihat hingga pangkal paha dalamnya yang putih dan mulus itu. selama dua jam pemotretan dia nampak sudah terlihat lelah, dan minta istirahat sambil membenarkan kembali make upnya.

karena hanya ada gue seorang maka gue ikut membantu menata rambutnya.. karena sekarang posisi kami berhadapan, dia sedang memakai lipstik merah dan gue menata rambutnya, entah bagaimana secara selintas terpikir untuk nekat langsung menyambar bibirnya yang merah merona tersebut,

gue pikir toh tidak akan ada orang yang sadar juga, karena kami berada dilantai 8 dan 2 lantai dibawah kami ramai oleh suara musik karaoke sehingga ketika Rana kaget dan melepaskan sambaran gue lalu berteriak seketika juga dia sadar bahwa itu semua percuma..

karena tubuhnya kecil gue mudah untuk menahan tangannya agar dia tidak kabur, setelah meronta minta tolong namun akhirnya dia menyerah juga, dia hanya bisa menangis dan memohon agar gue tidak memperkosanya..

Rana: “please..apapun ambil saja asal jangan perkosa aku” sambil menangis terisak

gue: “ssst.. memang siapa yang mau merkosa kamu? aku cuman tidak tahan melihat kamu yang begitu cantik hingga tadi aku tiba-tiba mencium bibir kamu”

Rana: ”tapi aku gamau…”

belum beres berbicara aku sambar lagi bibirnya sambil mendorongnya kepojok ruangan dan gue menindihnya sambil memegang kedua tangannya agar tidak bisa kabur, karena dia tidak membalas ciuman gue akhirnya gue mencari cara lain agar dia rileks, guepun teringat bahwa dibalik kain dress tipisnya itu dia tidak menggunakan daleman lagi, langsung saja gue sambar payudaranya untuk gue hisap, disitulah Rana mulai menggelinjang nampaknya dia sangat sensitif di daerah tersebut..

Rana: “ohh.. jangan disitu please..hnngg” Keuntungan Menjadi Fotografer.

sengaja gue berlama” dibagian dadanya tersebut hingga akhirnya terdengar nafasnya mulai terengah dan terasa tubuhnya mulai rileks, mulai lah gue naik menjilat dari bagian tengah dadanya yang terbuka naik hingga leher, dagu dan akhirnya dia menyambut lidah gue dan menghisapnya keras, kamipun berpagutan ciuman dan saling menghisap lidah satu sama lain..

Rana: “hmm..ah..enak ri..”

selintas gue mendengar dia meracau seperti itu.. sambil terus french kissing gue pun memeluk tubuhnya yang ramping dengan tangan sebelah kiri dan tangan kanan gue bergerilya masuk kedalam dress bagian dadanya dan mulai meremas dadanya sambil membuka bagian atas dressnya karena mudah hingga akhirnya Rana topless.. diapun terengah dengan manuver tadi..

Rana: “hnngg…ah! jangan aku malu…”

gue: “gpp ran.. yang kamu bagus kok.. bulat dan padat”

sambil memelintir putingnya yg merah muda

Rana: “akh..hnngg..ahh!”

melihat dia seperti itu nampaknya dia pasrah..

akhirnya kedua payudaranya gue mainkan dengan diplintir satu sama lain, dicium dan dihisap, Ranapun mulai semakin terengah-engah dan kewalahan.. terkadang karena terlalu berisik gue harus membungkamnya dengan ciuman dibibirnya..

Baca Juga : Pelampiasan Seorang Dokter Wanita

dan karena kulitnya yang putih, terlihat bahwa dia sudah sangat horny karena bagian mukanya sangat merah, dan kedua dadanya juga memerah karena banyak dihisap oleh gue.. dengan matanya yg sayu yang terlihat menikmati memandang wajah gue sambil terengah”. Keuntungan Menjadi Fotografer.

guepun membelai kakinya yang indah hingga pangkal pahanya.. lalu menyentuh bagian diantara pangkal pahanya tersebut yang ternyata telah basah sekali.. lalu mengusap”nya..

Rana mengkerenyitkan alisnya, sambil menggigit bagian bawah bibirnya sambil terengah engah setiap kali ku elus dan ku tekan bagian tersebut..

Rana: “hhhnngg..hmmm..ah..ehhnngg”

akhirnya kugulung semua bagian dressnya kebagian tengah badannya dan kini terlihat seluruh tubuhnya yg hanya bagian missVnya saja yg terbungkus cd warna krem..

sambil terus ku usap-usap.. gue turunkan pelan-pelan cdnya.. dia menolak dengan menahan cdnya..

Rana: “kamu mau ngapain?” dengan nada kecil yang terdengar mengerang..

gue: “sssstt.. ga ngapangapain kok ran” sambil ku cium bibirnya dan langsung menarik cdnya hingga antara lututnya tanpa dia sempat sadar..

mulailah jariku meraba bagian missVnya sambil terus berciuman.. namun ada sesuatu yang berbeda, ternyata bulunya tercukur rapih.. dengan begitu entah mengapa gue merasa beruntung karena jujur saja gue suka wanita yang mencukur jembutnya hingga polos seperti itu..

gue terus memainkan bagian missVnya hingga basah sekali.. dan memelintir” payudaranya bergantian.. Ranapun terasa semakin menikmati karena terus terengah dan terdengar desahannya mulai menderu-deru.

Rana: “ahh..hahhteruss..terus..iyahh..hngg..ahh”

ku masukan sedikit-sedikit jariku kedalam missVnya yang semakin basah.. dan tanpa diduga tiba” tangan Rana menggapai bagian penisku yg masih terbungkus celana..

Rana: “aku mau ini…cepet..” dengan wajah memelas..

tanpa pikir panjang kubuka celanaku yang daritadi didalamnya sudah tegang tidak karuan.. kembali Rana menggenggam MisterP ku dan menuntunnya ke mulut missVnya.. dan dia berbisik..

Rana: “masukin pelan-pelan saja..”

dengan sedikit kesusahan gue mencoba menerobos missVnya yang masih sangat sempit itu.. dan setelah masuk sebagian gue memompanya sedikit demi sedikit.. hingga akhirnya Rana mendesis keenakan..

Rana: “sssh..ahh iya gituu ahh..hnngg”

akhirnya secara keseluruhan missPku masuk semua.. namun tidak keluar darah dari lubang missV Rana.. melihatku sedikit bingung Rana menarik leherku lalu menciumku dengan bernafsu dan menggerakan pinggulanya sehingga memancingku untuk mengikuti iramanya tersebut.. kamipun kini saling mendesah keenakan..

Rana: “terus kaya gituu..hhhnnngg..ahh..ahhiyaa..iya.haah..terus..sshhhah”

gue: “ran..enak banget..hngg..ahh.. kamu..padet..ahh..sekali..”

sambil terus memompa dengan tempo yg berirama..lambat..ke cepat..

Rana: “aaakhh..hhnngg..hmmm..ahh..shh..aaahkh”

kini Rana mulai menjerit keenakan.. dan entah kenapa kini pinggulnya berhenti bergerak..dan dia mulai membuka lebar” kedua kakinya yang jenjang tersebut..

sedangkan dengan posisi tersebut semakin membuat ku leluasa untuk menaikan tempo sodokan MisterP ku didalam missVnya yang terasa hangat,basah dan padat tersebut.. sambil kadang memberinya ciuman dan kuhisap payudaranya keras” Keuntungan Menjadi Fotografer.

Rana: “aaakkhh..akuu..dikit lag..hh..iiihh..ahhh”

melihat dia mulai merangkul punggungku dan memeluku dengan wajah sangat merah dan memejamkan mata tersebut gue tau sebentar lagi dia keluar.. guepun menaikan tempo sodokan MisterPku.. dan tiba” “aaaaaaakkhhh…aaaaaaaah” pelukan Rana mengeras sambil berteriak mengerang.. kukunya terasa mencakar punggungku.

seluruh tubuhnya menggelinjang tegang.. terasa ada cairan hangat menyelimuti MisterPku dan sebagian lagi terasa meleber keluar.. tidak lama kemudian gue mulai memompa kembali MisterP pelan” dengan keadaan Rana yang terkulai lemas..rambut pendeknya terlihat acak”an menutupi setengah wajahnya yang cantik.. nafasnya terengah” kelelahan.. melihat kondisi tersebut gue malah semakin horny..

gue: “Rana gueng… dikit lagi yah..” sambil terus memompa dari pelan hingga cepat.. tidak ada balasan yg ada hanyalah erangan dan desahan sisa” tenaga Rana.. terlihat mulutnya kadang menggigit dinding bibirnya dan meringis keenakan

gue: “dikit lagi ran..ahh..Ranay..hnngg..ahh..keluar..dikit lagi…”

ketika sedang cepat memompa missVnya tiba” Rana mencoba menggapai MisterPku.. dia bangun sambil mengocok” MisterPku..

Rana: “jangan didalam please..”

dengan wajah memelas.. lalu tiba mengulum seluruh MisterPku.. sambil terus mengocoknya.. dia terlihat lihai dan menikmati.. hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi tiba” semua cairan dari MisterP ku keluar di dalam mulutnya… Keuntungan Menjadi Fotografer.

Rana berhenti sejenak.. membiarkan seluruh cairan yang ku keluarkan masuk ke dalam mulutnya lalu melanjutkan mengulum MisterPku sambil kadang memijatnya sehingga terasa nikmat sekali..setelah itu gue mencium bibirnya.. memeluknya dari belakang sambil bersandar ditembok karena kami berdua butuh istirahat sebelum harus pulang karena hari mulai gelap dan tempat tersebut semakin sepi.

setelah kami berpakaian.. kamipun pulang.. kini Rana memelukku sambilku bonceng dimotor.. dia bercerita selama perjalanan.. dirinya tidak lagi virgin karena pernah kecelakaan bukan karena pernah diperkosa

justru pacarnya pernah memerkosanya karena tau hal tersebut dan mereka baru saja putus hingga membuat Rana sangat sedih, diapun trauma dengan kejadian pemerkosaan tersebut. selama perjalanan dia memainkan dan memijat” penisku dari luar celanaku sambil memeluku dari belakang.

Keuntungan Menjadi Fotografer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *