Keperawanan Mantan Tunanganku

Keperawanan Mantan Tunanganku

Keperawanan Mantan Tunanganku

Cerita Panas – Hampir enam bulan lamanya saya berhubungan dengan gadis yang bernama Shanty, dia merupakan teman kantorku. Dan tahu juga kalau saya pernah bertunangan dengan Devi dan akhirnya putus, sikap Shanty sungguh berbeda dengan Devi dia begitu dewasa dalam menyikapi setiap permasalahan yang kami hadapi. Dan yang paling saya suka darinya dia tdk banyak menuntutku untuk selalu mengikuti kehendaknya.

Namsaya Reno dan bukan maksudku untuk tdk mau mengikuti keinginan gadis yang telah saya anggap layaknya istriku. Karena bagaimanapun juga kami sudah sering melsayakan adDevin seperti dalam cerita hot selingkuh, dengan usia yang sama-sama dewasa menurutku. Karena saat ini usisaya sudah menginjak 26 tahun begitu juga dengan Devi mantan tunanganku itu.

Dulu Devi sering menginap di rumahku dan mamsaya memang tdk banyak komen tentang gadis yang saya ajak menginap di rumah. Apalagi Devi adalah gadis yang telah saya pinang walau akhirnya putus juga, dan kini dengan Shanty saya sama sekali tdk pernah membawanya ke rumah. Entah mengapa saya merasa malu pada ibu mungkin karena saya tahu kalau ibu sudah berharap untuk saya segera menikah dengan Devi waktu itu.

Untungnya juga Shanty tdk menuntutku untuk mengajaknya main ke rumah dan memperkenalkan dia pada mamsaya. Walau begitu saya sering menceritakan tentang mamsaya karena memang hanya dia yang kini menjadi orang tua tunggal bagiku setelah papa meninggal. Sejak dulu saya termasuk cowok yang bisa di bilang nakal, untuk urusan melsayakan cerita hot selingkuh bukan lagi hal tabu bagiku.

Tapi dengan Shanty saya merasa tdk ada keinginan untuk melsayakan hal itu, padahal saya sering merindukannya dan bahagia bila bersamanya mungkin karena saya tsayat kalau harus melsayakan adDevin seperti dalam cerita sex paling hot, hubunganku tdk akan berakhir di pelaminan lagi. Atau mungkin karena Shanty meruapakan gadis yang pendiam dan tdk menggodsaya dengan penampilannya.

Setiap bertemu paling kami hanya membahas tentang persoalan kami atau tentang pekerjaan kami masing-masing. Seperti sore ini selepas dari kantor saya langsung mengantarnya pulang “Minggu besok kita jalan yuk..” Ajakku pada Shanty “Kemana mas..?” Katanya sambil menatapku “Kemana aja.. terserah kamu..enaknya kemana ” Seperti biasa dia hanya tersenyum dan menyerahkan semua keputusan padsaya.

Begitu mengantar Shanty ke rumahnya saya langsung pulang dan saya di buat terkejut oleh kedatangan seseorang di rumahku, di ruang tamu duduk Devi dengan menunduk “Mas Reno..” Katanya sambil berlari memelukku, diapun menangis di pelukanku “Ada apa Devi…?” katsaya sambil menarik tubuhnya dan dia tetap menangis, sayapun membawanya duduk kembali dan mencoba membujuknya untuk berhenti menangis.

Sampai mamsaya juga ikut membujuknya dan Devi menceritakan masalahnya, karena hari telah larut tdk mungkin juga dia pulang karena kini dia tinggal di luar kota. Devi akhirnya menginap di rumahku, besoknya saya terbangun dan saya mendengar ibu mengobrol sama Devi ketika saya lihat rupanya Devi masak seperti di saat dia masih sebagai tuanganku dulu dan dia masih terlihat begitu dekat dengan ibu.

sayapun berangkat kantor dan seperti biasa saya menjemput Shanty terlebih dulu, dan saya tdk bisa menceritakan padanya kalau di rumah ada Devi “Hei..kenapa kebanyakan diemnya..?” kata dia membuyarkan lamunanku “Ah.. nggak cuma ke bawa cuaca aja.. dingin males buat ngomong..”Jawabku mencari alasan untung cuaca hari ini mendung “kalau mendung begini besok jadi gak mas..”.

saya terperanjat mendengarnya “Oh..iya..iya..sekarang hujan terus ya..” saya gugup karena saya dengar Devi masih belum mau pulang, katanya dia masih mau tinggal di rumah dan mamsaya mengizinkannya. Namun saya tdk berani membicarakan tentang Devi pada Shanty, karena dia juga tahu kalau saya dulu sudah pernah melsayakan hubungan intim layaknya dalam cerita hot dan saya tdk mau menyakiti hatinya.

Hingga pulang dari kerja saya langsung mengantar Shanty, sebenarnya saya masih berniat untuk mampir k rumahnya “Sudah mas nggak usah.. ini mau hujan lagi kelihatannya..” Kata Shanty ketika saya hendak turun dari mobil, akhirnya sayapun pulang dan benar saja tiba di rumah hujan turun dengan lebatnya. sayapun langsung ke dalam kamarku dan segera menghangatkan diri dengan selimut.

saya tdk melihat ibu masuk ke kamarku, biasanya setiap saya pulang dari kerja dia langsung membuntutiku. Tapi kali ini dia tdk melsayakannya sampai akhirnya saya mendengar pintu terbuka saya pikir itu pasti ibu “Mas Reno ini Devi bawain minuman hangat..” Dengan malas saya membuka matsaya, dan saya terkejut melihat Devi dengan mengenakan pakaian yang begitu tipis seolah sengaja ingin menggodsaya.

saya bangun dan mengambil minuman dari tangan Devi, ketika selesai meminumnya Devi mengambil minuman tadi. Namun dia bukan hanya mengambil minuman itu tapi dengan cepat dia mencium bibirku, saya tersentak dan langsung mendorong tubuhnya. Saat itu juga saya lihat Devi menangis dan langsung berlari dari kamarku, lama juga saya terdiam dan akhirnya sayapun menuju kamarnya untuk meminta maaf.

Baca Juga Kisah Malam Pertamaku

karena saya tahu Devi juga bukan gadis yang mudah melsayakan hal seperti itu, saya lihat dia menangis memeluk bantal “Devi maafkan saya.. bukan maksudku untuk…”Dia kembali memelukku saat itu juga saya teringat akan masa laluku dengannya, dengan mesra saya balas memeluknya juga dan kamipun bercumbu seperti dulu dengan lembut saya mencium bibirnya yang terasa begitu hangat.

Devi memejamkan mata bahkan dia mendesah dengan lirih “Ooouuuggghh… maaas.. Renoii… aaagggggghhhhh… saya sayaaang kamu maaaaas….” sayapun tdk lagi memikirkan yang lain, tapi dengan perlahan saya lepas pakaian Devi dan nampaklah tubuh mulus Devi di depan matsaya “Ooouugggghh… sayaaang.. saya juga masih sayang sama kamu…” Katsaya sambil mendekat pada tubuhnya.

lalu sayapun kembali mencumbunya sambil melepas pakaianku juga, hingga akhirnya ketika kontolku sudah menyentuh tubuh Devi. Dengan sigap Devi memDevingnya lalu diapun menuntunnya untuk masuk dalam kemaluannya, dan dengan cepat kontolku masuk kedalamnya “Oouuughh… aaagggghh.. aaaagggghh… aaaagggghhh… aaagggghh…Renoii… aaagghhh..” Desah Devi waktu itu.

Dia menggelinjang bagai cacing kepanasan dan saya terus memompa tubuhnya hingga tubuhku penuh dengan keringat “OOOooouuuggggghh… aaaaggggghhh… aaaaaggggghhh… aaaggghhh… aaaaaggggghhh…” saya terus bergerak dan dapat saya rasakan kenikmatan bagai dulu ketika kami masih bersama sering melsayakan adDevin seperti dalam cerita hot selingkuh ini, kembali saya kecup bibir Devi.

Hingga akhirnya kami berdua sama-sama mengerang panjang “Ooouuggggghh… aaagggghh… aaagggghh… sayaaaang… aaagggghh…. aaagggghhh…” Kamipun terkulai di tempat tidur, dan Devi memeluk tubuhku dengan mesranya hingga kamipun tertidur lelap, seperti biasa saya terbangun dan Devi sudah tdk ada di sampingku. saya tahu dia pasti sedang masak dengan ibu.

Ketika saya bangun dan hendak pindah ke kamarku, ibu memanggilku “Reno.. kamu sudah bangun..itu ada yang temannya..” Dengan masih mata mengantuk sayapun melihat ke ruang tamu, apalagi kamarku memang melewati ruang tengah tepat di samping ruang tamu “Oohhh..Shanty..” saya terkejut sedang duduk di sofa Shanty pacarku, dan yang lebih membuat saya terkejut dia di temani Devi disampingnya.

saya langsung menghampirinya “Tunggu ya.. 10 menit lagi..” Katsaya tapi saya lihat Shanty sudah bangun dari duduknya dan berkata dengan tertahan “Ooh.. tdk usah mas.. Shanty pergi saja..” diapun melesat dengan cepat meninggalkan ruang tamuku, saya berusaha mengejarnya tapi dia masuk kedalam mobilnya lalu meninggalkan saya sendiri dengan perasaan yang tdk dapat saya gambarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *