Jebakan Nikmat Tante Nita

Jebakan Nikmat Tante Nita

Jebakan Nikmat Tante Nita

Cerita LendirJebakan Nikmat Tante Nita. Di pagi ini saya sedang membereskan pakaianku untuk dimasukkan ke dalam koper. Ayahku memperhatikan dengan wajah sedih karena saya satu-satunya anak lelakinya harus pergi demi meraih masa depanku. saya akan tinggal di Surabaya bersama Tante dan Omku.

“Papa harap kamu bisa menjaga diri dan berbuat baik, menurut pada Om Darwin dan Tante Nita..” kata papsaya.
saya hanya diam menoleh menatap papsaya yang nampak kurang bersemangat karena kepergianku, lalu kupeluk papsaya.
“Saya tidak akan mengecewakan Papa..” katsaya sambil menuju ke pintu.

saya naik angkot menuju ke terminal bus. Ketika sudah di atas bus, saya membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya sambil berharap semoga cita-citsaya dapat tercapai. Sesampainya di terminal, saya melanjutkan dengan naik angkot menuju perumahan mewah di daerah Darmo.
“Apa ini rumahnya..?” katsaya dalam hati.
Nomornya sih bener. Maklum saya belum pernah ke rumahnya.
“Gila.., ini rumah apa istana..?” gumamku bicara pada diriku sendiri. Jebakan Nikmat Tante Nita.

saya segera menekan bel yang ada pada pintu gerbang. Beberapa saat kemudian pintu gerbang dibuka. Seorang satpam berbadan gemuk mengamatiku, lalu menegurku.
“Cari siapa ya..?” tanyanya.
“Apa betul ini rumah Om Darwin..?” tanysaya balik.
“Ya betul.. sampean siapa?” tanyanya lagi.
“Saya keponakan Om Darwin dari Jember.”
“Kenapa nggak bilang dari tadi, Sampean pasti Den Erik, kan..? Tuan sedang keluar kota, tapi Nyonya ada lagi nungguin.”

Sekejap saya sudah berada di ruangan dalam rumah mewah yang diisi perabotan yang serba lux. Tak lama kemudian seorang wanita cantik berkulit putih bersih dan bertubuh seksi muncul dari ruang dalam. Kalau kutebak usianya sekitar 32 tahunan, tapi bagikan seorang gadis yang masih perawan.
Dia tersenyum begitu melihatku, “Kok terlambat Rik..? Tante pikir kamu nggak jadi datang..” ucap wanita seksi itu sambil terus memandangiku.
“Iya Tante.. maaf..” jawabku pendek.
“Ya sudah.., kamu datang saja Tante sangat senang.. Pak Trisno.., antarkan Erik ke kamarnya..!” perintah Tante Nita pada Trisno.

Lalu saya mengikuti Pak Trisno menuju sebuah kamar yang ada di bagian bawah tangga. saya cukup senang menempati kamar itu, karena saya langsung tertidur sampai sore hari. Ketika bangun saya segera mandi, lalu berganti pakaian. Setelah itu saya keluar kamar hendak jalan-jalan di halamanbelakang yang luas. Ketika sedang asik menghayal, tiba-tiba suara lembut dan manja menegurku. saya agak kaget dan menoleh ke belakang. Ternyata tanteku yang sore itu mengenakan kimono dengan rokok di tangannya, rupanya ia baru bangun tidur.

“Oh Tante..” sapsaya kikuk.
Tante tersenyum, dan pandangan yang nakal tertuju pada dadsaya yang bidang dan berbulu lebat. Badanku memang cukup atletis karena sering berenang, fitness, dan saya memang mempunyaiwajah yang lumayan ganteng.
“Kamu sudah mandi ya, Rik..? Tampan sekali kamu..” kata tanteku memuji.
saya kaget bukan main ketika ia mendekatiku, tangannya langsung mengelu-elus penisku, tentu saja saya jadi salah tingkah.

“Saya mau ke kamar dulu Tante..” katsaya tsayat kalau nanti dilihat Om Darwin.
“Tunggu sebentar Rik, Tante ingin minta tolong mijitin kaki Tante.., soalnya keseleo waktu turun tadi..” kata Tante Nita sambil merengek.
Lalu dia duduk seenaknya, hingga kimono yang tidak dikancing seluruhnya tersingkap, dan bagian dalam tante terlihat olehku. Gila.., ternyata ia tidak memakai CD, sempat juga kulihat bulu-bulu tipis di sekitar kemaluannya seperti habis dicukur. Jebakan Nikmat Tante Nita.

saya menahan nafas dan mencoba mengalihkan pandangan, tapi Tante Nita yang tahu hal itu malah menarik lenganku dan mengangkat kaki kanannya menunjukkan bagian yang sakit. saya terpaksa melihat betis dan paha tante yang mulus dan padat itu.
“Tolong diurut ya Rik.., tapi pelan-pelan aja ya..” ucapnya lembut.
Terpaksa saya memijit betis tanteku, meskipun hatiku cemas dan bingung. Apalagi ketika saya mencuri pandang melihat paha dan selangkanganya, sehingga nampak sekilas bagian yang berwarna merah muda itu. Tanteku melirik ke arahku sambil tersenyum genit, saya semakin bingung dan malu.

Itu pengalamanku di hari pertama di rumah Om Darwin. Sudah tiga Hari Om Darwin belum pulang juga, padahal saya ingin bertemu dengannya, sedangkan tiap malam saya diminta oleh tante untuk menemaninya ngobrol, bahkan tidak jarang disuruh menemani menonton VCD porno. Benar-benar gila.Hingga pada suatu malam tanteku merintih kesakitan. Waktu itu tante sedang nonton TV sendirian.

Tiba-tiba wanita itu memekik, “Achh.., aduh.., tolong Rik..!” keluhnya sambil memegangi keningnya.
“Kenapa Tante..?” tanysaya kaget dan khawatir.
“Kepala Tante agak pusing.., aduh.. tolong bawa Tante ke kamar Rik..!” keluh tante sambilmemegangi kepalanya.

saya jadi kebingungan dan serba salah.
“Saya panggil Pak Trisno dulu ya Tante..?” usulku sambil ingin pergi.
Tapi dengan cepat tanteku melarangnya, “Nggak usah, lagi pula Pak Trisno Tante suruh ke Pasuruan ngawal barang.”

saya jadi bertambah bingung. Terpaksa kutuntun tanteku untuk naik ke ruang atas. Tante merebahkan kepalanya pada pelukanku, saya jadi gemeteran sambil terus menaiki tangga.Sesampainya di dalam kamar, tante merebahkan tubuhnya yang seksi itu dengan telentang. saya menarik napas lega dan bermaksud meninggalkan kamar. Baru saja kubalikkan tubuh, suara lembut itu melarangku.
“Kamu mau kemana..? Jangan tinggalkan Tante.., tolong pijitin Tante.. Rik..!”
Mendengar itu seluruh tubuhku jadi teringat pesan papa agar menuruti perkataan Om dan Tanteku. Jebakan Nikmat Tante Nita.

Perlahan kubalikkan badan, ternyata tanteku telah melepas kimononya. Dan kini hanya tinggal CD saja. Tubuhnya yang masih padat membuat nafsuku naik, payudara yang masih montok dan menantang itu membuat penisku mulai tegang, karena saya belum pernah melihat keindahan tubuh wanita dalam keadaan telanjang seperti ini, apalagi tanteku menggeliat perlahan. Desahan bibirnya yang tipis mengundang nafsu dan birahiku, dan penisku semakin dibuatnya tegang. Kuberanikan diri melangkah menuju ranjang.

Baca Juga : Adegan Panas SMA Dengan Rok

Begitu sampai, tanteku yang pura-pura pusing itu tiba-tiba bangkit, lalu memelukku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu. Wanita yang hipersex itu dengan cepat melucuti seluruh pakaianku.
“Jangan Tante.., jangan, saya tsayat..” pintsaya sambil mau memakai pakaianku kembali.
“Kalo kamu menolak, Tante akan teriak dan mengatakan pada semua orang bahwa kamu mau memperkosa Tante..” ancam tanteku. Jebakan Nikmat Tante Nita.

saya hanya terdiam dan pasrah. Wanita itu kembali mencumbuku, diciuminya dan dijilatinya tubuhku. Begitu tangan halusnya mengenggam penisku, saya langsung membalas ciumannya dan mulai menjilati payudaranya, lalu kukulum putingnya yang berwarna merah agak kecoklatan itu. Tanteku mendesah perlahan.

Selanjutnya kami memainkan posisi 69, sehingga penisku dihisap dan dikemutnya. Nikmat sekali, kurenggangkan kedua pahanya sambil kujilat-jilat kemaluannya yang mulai basah itu.
“Ahh.., aahh.., ayo terus jilat Rik..! Jangan berhenti..!” erang tanteku keenakan.

Rupanya tanteku mengeluarkan cairan dari dalam liang kewanitaannya. Cairan itu memuncrat di wajahku, lalu kuhisap dan kutelan semua. saya semakin terangsang, kujilati lagi kali ini lebih dalam, bahkan sampai ke duburnya. Kemudian kami berganti posisi, kali ini saya berdiri dan tante jongkok sambil mengulum penisku yang sudah sangat tegang.

Ternyata tanteku pandai sekali menjilat penis, tidak sampai lima menit saya sudah keluar.
“Ahh.., ayo Tante.., terus jilat sayang.., acchh..!” desahku sambil kudorong keluar masuk di mulutnya penisku yang besar ini.
“Tante mau keluar nih.., achh.. yeahh..!” erangku sambil kumuncratkan maniku di mulutnya.
Tante menelan semua maniku, bahkan masih mengocoknya berharap masih ada sisanya.

Setelah beberapa saat penisku mulai bangun kembali. Setelah tegang dibimbingnya penisku masuk ke liang kewanitaannya. Kali ini saya di atas dan tante di bawah. Agak susah sih, mungkin sudah lama tidak service oleh Om Darwin. Setelah kepalanya masuk, kudorong perlahan hingga masuk semuanya ke dalam. Jebakan Nikmat Tante Nita.
“Ayo Rik..! Gerakin dong Sayang..!” pinta tanteku sambil menggerakkan pantatnya ke atas dan ke bawah karena ia sekarang berada di bawah.
Akhirnya kudorong keluar masuk penisku dengan gerakan yang cepat, sehingga semakin keras erangan tanteku.

Beberapa saat kemudian saya sudah ingin keluar, “Aahh..! Tante.., Erik udah mau keluar.., ahh..!” katsaya.
“Sabar Sayang.., Tante sebentar lagi nih..! Yeahh.. ohh.. ahh.., fuck me Rik..! Kita barengan ya Sayang..? Oh.. yeah..!”
Rupanya tanteku juga hampir orgasme. Rasanya seperti ada yang memijat-mijat penisku dan kakinya dilingkarkan ke pantatku. Tante bergetar hebat dan memelukku sambil kemaluannya mengeluarkan cairan yang menyemprot penisku. Tidak lama saya juga mengeluarkan air mani dan spermsaya di dalam vaginanya. Terasa begitu nikmatnya dunia ini. Akhirnya kami berdua terkapar lemas. Jebakan Nikmat Tante Nita.

“Hebat bener kamu Rik.., Tante nggak nyangka baru kali ini Tante merasakan kenikmatan yang luar biasa..!” tuturnya dengan nafas terengah-engah.
saya diam tak menjawab, tapi dalam hati saya merasa bersalah telah berhubungan dengan tanteku dan tsayat ketahuan Om Darwin. Tante turun dari ranjang tanpa busana, lalu dia menyalakan sebatang rokok.

“Bagaimana kalau Om Darwin sampai tahu, Tante..? Saya tsayat.., saya merasa berdosa..” katsaya lemah.
Tapi tanteku malah tersenyum dan memelukku dengan mesra.
“Asal kamu tidak memberitahu orang lain, perbuatan kita aman. Lagi pula Ommu itu udah nggak bisa melsayakan hubungan badan sejak lama. Dia itu impotent, Rik..!” tutur wanita tanpa busana yang penuh daya tarik itu.

“Jadi semua ini Tante lsayakan karena Om Darwin tidak bisa menggauli Tante lagi, ya..?” tanysaya.
“Ya. Bukan sekali ini saja Tante melsayakan hal seperti ini.., sebelum sama kamu, Tante pernah melsayakannya dengan beberapa teman bisnis Ommu. Terus terang Tante nggak tahan kalau seminggu tidak disentuh atau dipeluk laki-laki..” tutur Tante.

saya jadi geleng kepala mendengar penjelasan tanteku. Lalu saya bergerak mau pergi, tapi dengan cepat tante menahanku dan mengusap-usap dadsaya yang berbulu.
“Rik.., kamu harus bersihkan badanmu dulu.., mandilah supaya segar..!” ucapnya lembut.
saya tak menjawab hanya menarik nafas panjang, lalu melangkah ke kamar mandi. Tubuhku terasa letih namun puas juga.

Begitulah pengalaman di Surabaya yang kualami 6 tahun yang lalu. Dan sampai saat ini saya telah mempunyai istri dan seorang anak.

Sekian Cerita Jebakan Nikmat Tante Nita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *